Memperbanyak Amal Kebaikan di Bulan Ramdhan

Berikut 2 hadits di dicantumakan Imam nawawi dalam kitab Riyahdusholihin terkait memperbanyak perbuatan baik di Bulan Ramadhan:

Hadits pertama : Rasululloh Banyak membaca Al-qur’an di Bulan Ramdhan

Rasululloh sholallohu’alaihi wa sallam bersabda:

Dari Ibnu Abbas Radhiallohu’anhuma ia berkata: Rasululloh Sholallohu’alaihi wa sallam adalah orang yang paling pemurah. Lebih pemurah lagi ketika bulan Ramadhan, yakni sewaktu Jibril ‘alaihi wa sallam menemui beliau. Jibril ‘alaihi wa sallam iasa menemui beliau seitap malam Ramadhan kemudian bertadarus al-Qur’an kepada beliau. Sunguh, Rasululloh sholallohu’alaihi wa sallam saat ditemui Jiril ‘alaihi wa sallam benar-benar pemurah, lebih pemrah dalam memerikan sesuatu daripada angin yang berhembus.” (Muttafaq ‘alaih)

Kandungan hadits:

  1. Penjelasan sifat kemurahan hati Rasululloh Sholallohu’alaihi wa sallam dan kedermawanan beliau, terutama di bulan Ramadhan. Sebab, Ramadhan merpakan bulan yang penuh ketaatan dan musim penuh kebajikan. di bulan Ramahdn nikmat-nikmat Alloh semakin bertambah dibandingkan dengan bulan-bulan yang lainnya. Karena itu, Rasululloh Sholallohu’alahi wa sallam biasa mengutamakan diri untuk mengikuti sunnatulloh terhadap para hamba-Nya. Maka dengan semua kandungan keutamaan Ramadhan ini, beliau lebih gigih lagi beraksi di dalam merealisasikan kemurahan hati beliau, baik dalam kedisiplinan waktu untuk beliau, untuk tamu beliau, untuk wahyu ang turun kepada beliau, dan untuk berinteraksi dengan lainnya.
  2. Jibril bisa bertadarus al-Qur’an bersama Nabi Sholallohu’alaihi wa sallam ketika bulan Ramadhan, seperti halnya ketika turunnya al-Qur’an kepada beliau.
  3. Seorang hamba, setiap memperoleh sesuatu hal yang memperteguh keinginan dan tekadnya, akad semakin besar keinginannya untuk berderma, kapan saja dan di mana saja.
  4. seyogyanya para penunut ilmu dan para ulama bertadarrus ilmu satu sama lain sehingga tidak lupa dan dapat terus-menerus belajar dari mereka.
  5. Anjuran untuk berumah hati pada setiap waktu, terlebih lagi ketika berkumpul bersama dengan orang-orang baik di bulan Ramdhan.
  6. Dianjurkan memperbanyak tadarus al-Qur’an di bulan ramadhan karena bulan Ramadhan adalah bulan al-Qur’an.

Hadits kedua: Memperbanyak Ibadah di 10 malam terakhir bulan Ramadhan

Dari Aisyah Radhiallohu’anha, dia menuturkan: “Apabila Rasululloh Sholallohu’alaihi wa sallam telah memasuki sepuluh malam tearkhir Ramadhan, beliau menghidupkan malam harinya, membangunkan keluarganya untuk beribadah, serta mengencangkan ikatan sarungnya (tidak berkumpul dengan istri-istrinya).” (Muttafaq ‘alaih)