Sukamantri, Kec. Tamansari, Kab. Bogor 16610
0251 8487 512
donasitahfidz.alhuda@gmail.com

Belajar Amanah dari Harta yang Alloh Titipkan

Sedekah untuk calon Hafidz Qur'an

Belajar Amanah dari Harta yang Alloh Titipkan

Harta adalah amanah titipan Alloh

Pemilik harta sebenarnya ialah Allah S.W.T.. Kepemilikan harta oleh manusia sebatas mengelola, dan memanfaatkan dengan menunaikan hak-haknya. Allah S.W.T. berfirman:

وَآتُوا حَقَّهُ يَوْمَ حَصَادِهِ وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

“Dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kalian berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” (QS. al-An’am [6] 141)

Berkaitan dengan ayat ini para ulama ahli tafsir berbeda pendapat terkait maksud Hak dalam ayat tersebut. Apakah pemberian biasa yang dianjurkan atau zakat. Sebagian ulama berpendapat: Hak dalam ayat ini maksudnya adalah zakat yang diwajibkan. Sebagian ulama lain berpendapat bahwa maksudnya bukan zakat, melainkan hendaknya memberi kepada orang yang hadir dari kalangan orang miskin tatkala panen satu genggam atau satu ikatan. Sebagian ulama yang berpendapat ini mengatakan hukumya wajib dan sebagiannya lagi mengatakan anjuran. Sebagian ulama lain berpendapat: Ini adalah hak wajib selain zakat, tidak ditentukan dalam jumlah kadar tertentu. Sebagian ulama mengatakan: Bahwa ayat ini sudah dinasakh dengan ayat zakat, karena ayat ini adalah makkiyah dan ayat-ayat zakat diturunkan di Madinah.

Terlepas dari apa makna sebenarnya. Baik zakat maupun infak mustahab, tetap ayat ini menunjukan bahwa ada hak orang lain pada harta seseorang. Sehingga dalam Islam, seseorang yang diberi harta memiliki tanggungjawab lebih dibanding yang tidak memilikinya, yaitu diminta pertanggung jawabannya, dari mana memperoleh harta tersebut dan digunakan untuk apa.

روى الترمذي عَنْ أَبِي بَرْزَةَ الأَسْلَمِيِّ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ القِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَ فَعَلَ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلاَهُ.

Al-Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Barzah al-Aslami r.a. bahwa Rasulallah S.A.W. bersabda, “Seseorang pada hari kiamat nanti pasti akan ditanya tentang empat hal: Tentang umurnya untuk apa dihabiskan, tentang ilmunya untuk apa dipergunakan, tentang hartanya darimana didapatkan dan untuk apa dipergunakan dan fisiknya untuk apa dipergunakan.” (HR. al-Tirmidzi)

Di antara tanggungjawab yang harus ditunaikan oleh pemilik harta adalah mengeluarkan zakatnya. Tujuan dikeluarkannya zakat untuk mensucikan pemiliknya dari sifat-sifat buruk seperti kikir, tamak, cinta dunia, sombong, dan egois. Di dalam harta yang sudah terpenuhi syarat-syarat zakat ada milik orang lain yang harus diberikan dan ini menunjukan bahwa harta itu adalah titipan yang tidak boleh dinikmati yang bukan haknya.

banyak sedekah dibulan ramadhan

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konfirmasi Via Whatsapp

Pertanyaan terkait Donasi, Silahkan gunakan chat Whatsapp ini..!

Team Support

Info & Konfirmasi

Online

Info & KonfirmasiJangan sungkan untuk bertanya.

Assalamu'alaikum, ada yang bisa saya bantu? 00.00