Hidup Berkah Dunia Akhirat Dengan Sedekah

Oleh: Abu Azzam Hawari, Lc., M.E.I. – Di antara ajaran Islam yang sangat agung dan mulia adalah sedekah. Tidak dipungkiri bahwa sedekah adalah amalan yang membawa keberkahan. Bukan hanya bagi pelakunya, orang yang menerima sedekah pun merasakan beragam keberkahan. Ada rasa berbagi, saling pengertian, senasib sepenanggungan, meringankan beban orang lain, membantu yang lemah dan membutuhkan serta solidaritas yang tinggi sesama saudara seiman.

Sedekah mengantarkan pelakunya kepada hidup yang lebih bermakna dan berarti. Hidup yang dipenuhi dengan kebahagiaan bersama orang-orang yang lemah. Hidup yang jauh dari egoisme dan lupa diri. Selain itu, sedekah merupakan bukti nyata akan keimanan seseorang. Bagaimana tidak, di saat manusia berlomba-lomba menumpuk harta dan memperkaya diri, ia rela berbagi terhadap sesama. Bahkan, ia bersemangat memberi tanpa sedikitpun merasa kerugian. Orang-orang yang bersedekah yakin bahwa harta mereka yang sejati adalah harta yang mereka sedekahkan. Bukan harta yang mereka tumpuk di bank-bank atau di rumah mereka. Oleh karena itu, mereka sangat antusias dalam bersedekah.

Sedekah Membawa Berkah

Banyak sekali ayat dan hadis yang memotivasi seorang muslim untuk bersedekah. Hal ini menunjukkan bahwa agama Islam adalah ajaran yang sangat peduli terhadap sesama. Ajaran yang jauh dari ambisi memperkaya diri sendiri dan tidak peduli terhadap lingkungan. Di antara ayat Allah swt yang memotivasi bersedekah adalah firman Allah berikut ini.
مَّثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمۡوَٰلَهُمۡ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتۡ سَبۡعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنۢبُلَةٖ مِّاْئَةُ حَبَّةٖۗ وَٱللَّهُ يُضَٰعِفُ لِمَن يَشَآءُۚ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ

٢٦١

“Perumpamaan orang yang berinfak di jalan Alloh serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Alloh melipatgandakan pahala bagi siapa yang Dia kehendaki. Alloh Maha luas karunia-Nya lagi Maha Mengetahui.” (QS. al-Baqoroh [2]: 261)

Ayat ini merupakan motivasi besar sekaligus jaminan dari Allah bahwa bersedekah itu tidak akan pernah membuat miskin. Justru sebaliknya, bersedekah akan menjadikan harta seseorang semakin bertambah berkah.  Harta yang ia sedekahkan akan dilipatgandakan Allah ibarat sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir. Setiap bulir dari bulir tersebut terdapat seratus biji. Hal tersebut karena harta yang mereka sedekahkan memiliki multi fungsi bagi penerimanya. Semakin banyak fungsinya semakin banyak pula pahalanya. Ibarat sebuah pohon, semakin banyak rantingnya akan semakin rindang dan banyak pula buahnya. Inilah sebenarnya cara melipatgandakan dan menumbuhkembangkan harta yang paling cepat.  Maha benar Allah swt yang berfirman:
“Allah memusnahkan harta riba (menghilangkan keberkahannya) dan menumbuhkembangkan harta sedekah… “(QS. Al Baqarah[2]:276)
Gambaran tentang penumbuhkembangan harta sedekah ini dijelaskan Nabi saw dalam hadisnya berikut ini.

مَا تَصَدَّقَ أَحَدٌ بِصَدَقَةٍ مِنْ طَيِّبٍ -وَلاَ يَقْبَلُ اللَّهُ إِلاَّ الطَّيِّبَ- إِلاَّ أَخَذَهَا الرَّحْمَنُ بِيَمِينِهِ وَإِنْ كَانَتْ تَمْرَةً فَتَرْبُوْ فِيْ كَفِّ الرَّحْمَنِ حَتَّى تَكُونَ أَعْظَمَ مِنَ الْجَبَلِ كَمَا يُرَبِّى أَحَدُكُمْ فَلُوَّهُ أَوْ فَصِيْلَهُ.

“Tidaklah seseorang bersedekah dari sesuatu yang baik dan Alloh tidak menerima kecuali dari yang baik melainkan Alloh  akan mengambilnya dengan Tangan Kanan-Nya.

Seandainya sedekah tersebut berupa sebutir kurma maka kurma tersebut akan tumbuh di dalam  Tangan ar-Rohman sehingga besar bahkan lebih besar dari gunung sebagaimana kalian membesarkan anak kuda dan anak unta kalian.” (HR. Muslim)
Subhanallah…sungguh luar biasa harta yang disedekahkan. Ia akan tumbuh…tumbuh …dan terus tumbuh seiring dengan besarnya manfaat dan keikhlasan.  Oleh karena itu, jangan ragu untuk bersedekah setiap saat.

Jangan Takut Miskin karena Bersedekah

Seringkali setan membisiki seorang hamba dengan kemiskinan saat ia hendak bersedekah. Setan selalu menakut-nakuti dengan banyak kekhawatiran. Ia akan mengingatkan dengan beragam kebutuhan dan keinginan belanja berbagai macam barang. Akhirnya, jatah sedekah pun tersita dan hanya tinggal angan-angan belaka. Allah swt berfirman:

ٱلشَّيۡطَٰنُ يَعِدُكُمُ ٱلۡفَقۡرَ وَيَأۡمُرُكُم بِٱلۡفَحۡشَآءِۖ وَٱللَّهُ يَعِدُكُم مَّغۡفِرَةٗ مِّنۡهُ وَفَضۡلٗاۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٞ ٢٦٨

“Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kalian dengan kemiskinan dan menyuruh kalian berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui. (QS. Al Baqarah [2]:268)
Berkaitan dengan ayat yang mulia ini, Imam Ibnu Katsir rhm menjelaskan:

{ الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ } أَيْ: يُخَوِّفُكُمْ الفَقْرَ، لِتَمْسَكُوْا مَا بِأَيْدِيْكُمْ فَلَا تُنْفِقُوْهُ فِيْ مَرْضَاةِ اللهِ

“Setan menjanjikan kalian dengan kefakiran” maksudnya menakut-nakuti kalian dengan kefakiran agar kalian tidak menahan harta yang ada pada tangan kalian seraya membisikkan, “janganlah engkau menginfakkannya di dalam keridhaan Allah”

Jadi, bersedekahlah dan jangan takut dengan kemiskinan. Tidak pernah ada di dunia ini orang yang jatuh miskin karena sedekah.  Realita yang ada justru mereka yang rajin bersedekah hidupnya semakin bertambah berkah.  Tentu di antara penyebab keberkahan tersebut adalah doa malaikat kepada orang yang  bersedekah setiap hari. Nabi  bersabda:

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا: اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا. وَيَقُولُ الْآخَرُ: اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا.

“Tidak ada satu hari pun yang dilalui setiap hamba kecuali ada dua malaikat yang turun kepada mereka. Salah seorang dari malaikat berdoa, ‘Ya Alloh berilah ganti orang yang berinfak’. Malaikat yang lain berdoa, ‘Ya Alloh hilangkan harta orang yang menahan sedekahnya.” (HR.Bukhori)

Inilah doa malaikat bagi mereka yang bersedekah dan menahan sedekah. Sungguh beruntung mereka yang setiap hari bisa bersedekah karena mendapatkan doa malaikat. Doa malaikat inilah yang menjadi salah satu faktor harta bertambah berkah.

Sebaliknya, alangkah ruginya mereka yang menahan harta, karena malaikat mendoakan ketidakberkahan atas hartanya.

Motivasi-motivasi sedekah seperti inilah yang menjadikan Abul Khoir  selalu bersedekah setiap hari sebagaimana dalam riwayat yang shohih dari Imam Ahmad  berikut ini.

قَالَ يَزِيدُ:  وَكَانَ أَبُو الْخَيْرِ لَا يُخْطِئُهُ يَوْمٌ إِلَّا تَصَدَّقَ فِيهِ بِشَيْءٍ وَلَوْ كَعْكَةً أَوْ بَصَلَةً أَوْ كَذَا

“Yazid berkata, ”Bahwasanya Abul Khoir tidak melewatkan harinya melainkan senantiasa bersedekah dengan sesuatu walaupun sepotong kue atau sebutir bawang dan semisalnya.”

Oleh karena itu bersedekahlah dan jangan ikuti bisikan setan. Yakinlah bahwa Allah pasti akan memberikan pahala bagi orang yang bersedekah. Jika orang-orang kafir banyak mengasuransikan hartanya pada bank-bank ribawi dan mereka merasa tenang dengan jaminan yang mereka janjikan. Maka sudah selayaknya bagi seorang muslim yakin dengan jaminan Allah bagi orang-orang yang bersedekah. Allah swt berfirman:

إِنَّ اللَّهَ يَجْزِي الْمُتَصَدِّقِينَ

“Sesungguhnya Alloh memberi balasan kepada orang-orang yang bersedekah.” (QS. Yusuf [12]: 88)

Keutamaan Sedekah

Sedekah memberikan banyak keberkahan hidup seseorang baik di dunia maupun di akhirat. Hal tersebut karena sedekah memiliki banyak keutamaan. Di antara keutamaan sedekah adalah sebagai berikut:

a. Sedekah menghapus kesalahan.

Nabi  bersabda:

الصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطَايَا كَمَا يُطْفِىءُ الْمَاءُ النَّارَ

“Sedekah itu menghapus kesalahan seperti air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi)
Sedekah menjauhkan dari siksa neraka.

b. Sedekah menjauhkan dari siksa neraka.

Nabi  bersabda:

اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ

“Berlindunglah kalian dari neraka walaupun hanya dengan sedekah separuh kurma. Barangsiapa yang tidak mampu, maka bersedekahlah dengan ucapan yang baik.” (HR. Bukhori)
Sedekah akan menjadi naungan di akhirat.

c. Sedekah akan menjadi naungan di akhirat.

Nabi  bersabda:

كُلُّ امْرِئٍ فِي ظِلِّ صَدَقَتِهِ حَتَّى يُفْصَلَ بَيْنَ النَّاسِ

“Setiap orang berada di bawah naungan sedekahnya di akhirat, hingga diadili di antara manusia.” (HR. Ahmad)

Nabi   juga bersabda, “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi Alloh  pada hari tidak ada naungan kecuali naungan-Nya; pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Alloh , seseorang yang mengingat Alloh  dalam kesendirian kemudian air matanya berderai karena takut kebesaran Alloh , seseorang yang dirayu wanita yang berkedudukan lagi cantik tapi dia justru mengatakan, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Alloh ’, seseorang yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan tangan kanannya, seseorang yang hatinya terpaut dengan masjid, dan dua orang yang saling mencintai karena Alloh , dia berkumpul dan berpisah atas dasar cinta karena Alloh .” (HR. Bukhori)

d. Sedekah merupakan bukti keimanan.

Nabi  bersabda:

وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ.

“Sedekah itu adalah bukti.” (HR. Muslim)
Maksud bukti dalam hadis tersebut adalah bukti keimanan. Sedekah adalah bukti iman bagi pelakunya. Karena orang munafik dan kafir mereka tidak bersedekah karena Alloh . Sedangkan orang yang bersedekah mengimani adanya balasan yang akan ia raih di akhirat dari harta yang ia dermakan di jalan Alloh .

 e.  Alloh  akan mengganti harta sedekah

Alloh  berfirman di dalam hadis Qudsi.

يَا ابْنَ آدَمَ أَنْفِقْ أُنْفِقْ عَلَيْكَ.

“Wahai anak Adam, berinfaklah niscaya Aku akan menafkahimu.” (HR. Muslim)
Selain hadis tersebut. Di dalam al Qur’an pun Alloh  telah menjelaskan:

وَمَا أَنفَقْتُم مِّن شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

“…Apa saja yang kalian infakkan, maka Alloh akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’ [34]: 39)

Bersedekahlah Walau Hanya dengan Separuh Kurma!

Seringkali seseorang meremehkan sedekah karena barang yang disedekahkan terlihat sepele dan remeh. Padahal, boleh jadi barang yang remeh senilai separuh kurma bisa menjadikan ia selamat dari api neraka. Nabi  bersabda, “Barangsiapa di antara kalian yang mampu menjaga dirinya dari api neraka walaupun dengan separuh kurma, maka hendaklah ia kerjakan.” (HR. Muslim)

Makna hadis “Walaupun dengan separuh kurma” yaitu walaupun nilai sedekah itu dianggap kecil, remeh, dan sedikit di mata manusia. Realitasnya, memang banyak manusia yang merasa malu jika bersedekah dengan sesuatu yang dianggap remeh. Padahal, di sisi Alloh  hal tersebut sangat besar jika lahir dari keikhlasan hati.

Jadi, jangan malu bersedekah dan berinfak walaupun sedikit. Sebab, boleh jadi uang seribu rupiah mendahului uang sejuta rupiah jika ikhlas dalam sedekah. Rosululloh  bersabda:

سَبَقَ دِرْهَمٌ مِائَةَ أَلْفِ دِرْهَمٍ. قَالُوا: وَكَيْفَ؟ قَالَ: كَانَ لِرَجُلٍ دِرْهَمَانِ تَصَدَّقَ بِأَحَدِهِمَا، وَانْطَلَقَ رَجُلٌ إِلَى عَرْضِ مَالِهِ فَأَخَذَ مِنْهُ مِائَةَ أَلْفِ دِرْهَمٍ فَتَصَدَّقَ بِهَا.

“Satu dirham telah mendahului seratus ribu dirham.” Para sahabat berkata, “Bagaimana bisa demikian?” Maka Nabi  bersabda, “Ada seseorang yang memiliki dua dirham dan dia bersedekah dengan satu dirham, di sisi lain ada seorang yang bergegas menuju tempat penyimpanan uangnya lalu mengambil seratus ribu dirham dan bersedekah dengannya.” (HR. Ahmad)

Dalam hadis ini, pemilik satu dirham telah mengungguli pahala sedekah seratus ribu dirham. Karena ia telah bersedekah dengan separuh hartanya. Sedangkan pemilik harta banyak, ia hanya bersedekah dengan sepertiga, seperempat, seperlima, dan seterusnya.

Jadi, mari kita bersemangat dalam bersedekah. Karena sedekah tidak akan mengurangi keberkahan harta kita. Bahkan, Nabi  bersabda, “Harta itu tidak akan berkurang karena disedekahkan.” (HR. Muslim). Wallahu a’lam bishawwab.

http://www.bamadacawas.com