Perbedaan Wakaf Infaq Dan Sedekah dalam Al-Qur’an

Wakaf, Infaq dan Sedekah merupakan fasilitas-fasilitas yang Allah berikan kepada manusia untuk memudahkan hamba-Nya meraih surga. Namun sering kali istilah ini menjadi polemik bagi sahabat-sahabat kita dalam menentukan Perbedaan Wakaf Infaq Dan Sedekah sehingga menjadi kebingungan ketika ingin menyisihkan sebagian hartanya, maka dari itu semoga artikel ini dapat memberikan pencerahan bagi  kita semua untuk dapat memahami istilah-istilah diatas yakni wakaf, infaq dan sedekah, sehingga kita bisa menunaikan amal-amal ini dan meraih pahala melimpah karenannya.

Berikut Perbedaan Wakaf Infaq Dan Sedekah dalam Islam:

Wakaf

Secara
bahasa wakaf,
berasal dariBahasa Arab
“Waqaf” atau “Waqfu”, yang mempunyai arti menahan, berhenti atau diam.

Menurut
istilah

Maksudnya adalah memberhentikan harta berupa benda untuk diambil manfaatnya
saja. Contoh : Mewakafkan tanah, untuk dibuat kebun dan manfaatnya di
sedekahkan untuk kepentingan umum.

Istilah wakaf muncul dalam hadis
Rosul, berkaitan dengan kejadian yang dialami oleh Umar r.a.

“Umar memperoleh tanah di Khaibar,
lalu dia bertanya kepada Nabi dengan berkata; Wahai Rasulullah, saya telah
memperoleh tanah di Khaibar yang nilainya tinggi dan tidak pernah saya peroleh
yang lebih tinggi nilainya dari padanya. Apa yang baginda perintahkan kepada
saya untuk melakukannya? Sabda Rasulullah: “Kalau kamu mau, tahan sumbernya dan
sedekahkan manfaat atau faedahnya.” Lalu Umar menyedekahkannya, ia tidak boleh
dijual, diberikan, atau dijadikan wariskan. Umar menyedekahkan kepada fakir
miskin, untuk keluarga, untuk memerdekakan budak, untuk orang yang berperang di
jalan Allah, orang musafir dan para tamu. Bagaimanapun ia boleh digunakan
dengan cara yang sesuai oleh pihak yang mengurusnya, seperti memakan atau
memberi makan kawan tanpa menjadikannya sebagai sumber pendapatan.”

Dari
kejadian tersebut Amalan wakaf menjadi amalan yang senantiasa dilakukan oleh
ummat muslim hingga hari ini, dan beradasarkan dari hadist tersebut, para ulama
menyimpulkan beberapa ketentuan-ketentuan waka.

Adapun ketentuan wakaf berdasarkan
aturan wakaf Badan Wakaf Indonesia antara lain :

  1. Ketentuan pewakaf
    (al-Waqif)
  2. Orang yang berwakaf ini
    mestilah memiliki secara penuh harta itu, artinya dia merdeka untuk mewakafkan
    harta itu kepada sesiapa yang ia kehendaki.
  3. Berakal
  4. Bligh
  5. Mestilah orang yang mampu bertindak
    secara hukum (rasyid). Implikasinya orang bodoh, orang yang sedang muflis dan
    orang lemah ingatan tidak sah mewakafkan hartanya.

  • Ketentuan barang yang
    diwakafkan (Mauquf)
  • Harta yang diwakafkan itu
    tidak sah dipindahmilikkan, kecuali apabila ia memenuhi beberapa persyaratan
    yang ditentukan oleh
  • Barang yang diwakafkan itu
    mestilah barang yang berharga dan dapat dimanfaatkan.
  • Harta yang diwakafkan itu
    mestilah diketahui kadarnya. Jadi apabila harta itu tidak diketahui jumlahnya
    (majhul), maka pengalihan milik pada ketika itu tidak sah.
  • Harta yang diwakafkan itu
    pasti dimiliki oleh orang yang berwakaf (wakif).
  • Harta itu mestilah berdiri
    sendiri, tidak melekat kepada harta lain (mufarrazan) atau disebut juga dengan
    istilah (ghaira shai’).

Keistimewaan Wakaf :

  1. Wakaf merupakan salah satu
    amalan ibadah yang termasuk istimewa, hal ini karena pahala waqaf akan terus
    mengalir walaupun kita telah meninggal dunia. Berbeda dengan amalan-amalan
    seperti shalat, zakat, puasa, Haji dll yang pahalanya akan terputus ketika kita
    meninggal dunia. Keterangan ini berdasarkan hadist Rasulullah SAW. “Jika
    seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah amal perbuatannya, kecuali
    tiga hal; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang selalu
    mendoakannya. [HR. muslim, Imam Abu Dawud, dan Nasa’iy] Menurut jumhur ulama;
    sedekah jariyah dalam wujud waqaf.

  • Pahalanya bisa
    diatasnamakan orang lain. “Dari sahabat Fadhl datang kepada Rasulullah dan
    bertanya “ibuku meninggal dunia dan aku bermaksud ingin melakukan amal kebaikan
    baginya, apakah pahalanya akan bermanfaat buat ibuku? ” Rasulullah
    menjawab,    ” buatlah sumur umum dan
    niatkan pahalanya kepada ibumu.

Hukum Wakaf

Hukum wakaf adalah Sunnah, tidak wajib dilakukan namun dengan keistimewaan yang terdapat didalamnya tentu kita tidk boleh melewatkannya

Perbedaan Wakaf Infaq Dan Sedekah

  • Infaq

Berikut beberapa dalil yang berkaitan dengan infaq

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan
hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir…. (QS. Al-Baqarah : 261)

Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi
dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya….(QS. Al-Anfal : 60)

Dan mengapa kamu tidak menafkahkan (sebagian hartamu) pada jalan Allah,
padahal Allah-lah yang mempusakai (mempunyai) langit dan bumi? (QS. Al-Hadid :
10).

Dan masih banyak lagi kata-kata infak dengan makna yang berbeda.

Ada persamaan dan perbedaan antara Infaq dan Wakaf. Persamaannya adalah
obejkanya yang sama, yakni berupa “Harta”.
Yang berbeda adalah cara penyerahannya.

Jika Wakaf memiliki syarat harta yang di infakan harus berhenti (tidak boleh dijual, ditukar
atau diberikan kepada orang lain) dan diambil manfaatnya saja, Seperti
permisalan tanah diatas. Maka berbeda halnya dengan Infaq, Harta yang di
infakan bebas digunakan, dijual, atau dimanfaatkan dengan berbagai cara sesuai
keinginan orang yang menerima infaq tersebut.

Hukum Infaq

Hukum infaq adalah sunnah, adapun infak yang diwajibkan dan diiringi
syarat-syarat tertentu, semisal nisab harta, jumlah yang harus diberikan, serta
penerima yang sudah ditentukan. Infak tersebut sudah berbeda istilah yang sudah
kita kenal dengan istilah Zakat

Sedekah

Scara bahasa shadaqah berasal dari kata shadaqa yang berarti benar. Orang yang suka bersedekah adalah orang yang benar pengakuan imannya.

Adapun secara terminologi syariat shadaqah makna asalnya adalah tahqiqu syai’in bisyai’i, atau menetapkan/menerapkan sesuatu pada sesuatu
(memberikan sesuatu kepada sesuatu)
. Sikapnya sukarela dan tidak terikat
pada syarat-syarat tertentu dalam pengeluarannya baik mengenai jumlah, waktu
dan kadarnya.

Ada beberapa dalil dalam al-Qur’an yang berkaitan dengan sedekah,
diantaranya : ”Tidak ada kebaikan pada
kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang
menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf atau mengadakan perdamaian
di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari
keridhaan Allah, maka kelak Kami akan memberi kepadanya pahala yang besar.”

(QS An Nisaa [4]: 114).

Sedekah memiliki makna yang lebih umum daripada Wakaf dan Infaq, bahkan
bisa dikatakan bahwa Wakaf dan infaq adalah salah satu bagian dari sedekah itu
sendiri.

Persamaan
Sedekah dengan wakaf dan infaq adalah, sama-sama memberi untuk kebaikan sesama
muslim.

Sedangkan perbedaannya adalah,
sedekah memiliki ruang lingkup yang lebih luas dari keduanya, baik dari segi
jenis yang diberikan begitupun penerimanya.

Jika Wakaf dan infak objek yang
diberikan adalah harta, maka sedekah meliputi berbagai hal, seperti senyum,
berbuat baik, dzikir, bahkan bersetubuh dengan pasangan halal pun adalah
sedekah. Silahkan cermati dalil dibawah ini.

“Senyum
kalian bagi saudaranya adalah sedekah, beramar makruf dan nahi mungkar yang
kalian lakukan untuk saudaranya juga sedekah, dan kalian menunjukkan jalan bagi
seseorang yang tersesat juga sedekah.”
(HR. Tirmizi dan abu dzar).

Rasulullah bersabda,”Nafkah seorang laki-laki untuk keluarganya
adalah sedekah.”
(Riwayat Al Bukhari)

Dalil lainnya.

Dari Abu
Dzar Al-Ghifari, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Hubungan
badan antara kalian (dengan isteri atau hamba sahaya kalian) adalah sedekah.
Para sahabat lantas ada yang bertanya pada Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam,
‘Wahai Rasulullah, apakah dengan kami mendatangi istri kami dengan syahwat itu
mendapatkan pahala?’ Beliau menjawab, ‘Bukankah jika kalian bersetubuh pada
yang haram, kalian mendapatkan dosa. Oleh karenanya jika kalian bersetubuh pada
yang halal, tentu kalian akan mendapatkan pahala.’”

Kesimpulan

Dari Pembahasan “Perbedaan Wakaf Infak dan
Sedekah” ini, dapat disimpulkan bahwa: Wakaf dan infak adalah bagian
dari sedekah, wakaf dan infak lebih khusus 
pemberian berupa harta saja. Sedangkan sedekah sendiri meliputi berbagai
macam amalan baik seperti, memberi nafkah, senyum dan dzikir.

Adapun perbedaan Wakaf dan infaq
adalah, cara penggunaan dan syarat yang melekat, jika Wakaf memiliki ketentuan
barang tetap (berhenti) yang hanya di ambil manfaatnya saja seperti wakaf motor
untuk kepentingan dakwah, maka motor tersebut hanya boleh digunakan untuk
kepentingan dakwah saja, tidak boleh dijual. Sedangkan infak, tidak memiliki
ketentuan seperti halnya wakaf jenis harta yang diberikanpun bebas.

Semoga bermanfaat,

Penulis

Adi wira, S.Pd.I