HAJI DAN AYA SHOFIA

Kembalinya fungsi bangunan Aya Shofia menjadi masjid, seakan pertanda yang menunjukkan mulai menggeliatnya kebangkitan umat Islam dari keterpurukan, selama hampir satu abad sejak runtuhnya kekhalifahan Utsmani.

Hari-hari ke depan penyelenggaraan ibadah haji pun kian semakin dekat. Ibadah yang di dalamnya terdapat satu rukun yaitu wukuf di Arofah, yang merupakan simbol dari persatuan umat Islam dengan berkumpulnya mereka di padang Arofah, seperti sebuah konsolidasi umat Islam seluruh dunia.

Rosululloh ﷺ bersabda,
الْحَجُّ عَرَفَةُ
Haji itu adalah wukuf di Arafah. (HR. at-Tirmidzi)

Barangsiapa meninggalkan wukuf di Arofah, maka hajinya batal, dan barangsiapa melakukannya, maka amanlah hajinya.

Akankah pertemuan umat seluruh dunia saat wukuf ibadah haji nanti, menjadi momen bangkitnya umat Islam untuk menyatukan langkah bersama? Kembali berpegang teguh kepada agama Alloh dengan tidak bercerai berai.

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا
Dan berpegang teguhlah kalian bersama kepada tali agama Allah, dan janganlah kalian bercerai berai. (QS. Ali Imron: 103)

Umat yang komitmen dengan i’tishom bi hablillah dan tidak terpecah belah, bersatu dalam kekuatan yang padu adalah sarat mutlak kebangkitan umat Islam dari keterpurakan.

Kuncinya kembali kepada i’tishom bi hablillah, berpegang teguh dengan manhaj Rosululloh ﷺ sebagaimana pemahaman para sahabatnya dan ulama tiga generasi setelah mereka.