Ramadhan Bulan Memperbanyak Bacaan Al Quran

perbanyak bacaan quran di bulan ramadhan

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين, أما بعد:

Para ulama  menyatakan bahwa Ramadhan bulan membaca Al Quran, hal ini disebabkan beberapa sebab, diantaranya:

Allah Ta’ala berfirman:

{شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ } [البقرة: 185]

Artinya: “Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)”. QS. Al Baqarah: 185.

Dan tidak ada keraguan bahwa Allah Ta’ala telah menurunkan Al Quran pada Lailatul Qadar

{إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ } [القدر: 1]

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan”. QS. Al Qadar: 1.
Dan malam ini adalah malam yang penuh berkah, Allah Ta’ala berfirman:

{ إِنَّا أَنزلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ }

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunnya (Al Quran) pada malam yang penuh berkah”. QS. Ad Dukhan: 3.

Dan tanpa keraguan malam Qadar yang penuh berkah ini terdapat di Bulan Ramadhan.

عَنْ عَائِشَةَ – رضى الله عنها – أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ » .

Artinya: “Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Carilah lailatul qadar di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan”. HR. Bukhari dan Muslim.

Bahkan di dalam Ramadhan diturunkan seluruh kitab suci:

عَنْ وَاثِلَةَ بْنِ الأَسْقَعِ رضى الله عنه، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( ( أُنزِلتْ صُحُفُ إبراهيمَ أوَّلَ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضانَ وأُنْزِلَتِ التَّوْراة لِسِتَ مَضَتْ مِنْ رَمَضانِ وأُنْزِلَ الإِنْجِيلُ لِثلاثَ عَشرَةَ مَضَتْ مِنْ رَمَضانَ وأُنْزلَ الزَّبورُ لِثَمانِ عَشْرَةَ خَلَتْ مِنْ رَمَضانَ وأُنْزلَ القُرْآنُ لأَرْبَعٍ وعِشْرِينَ خَلَتْ مِنْ رَمَضانَ ) ).

Artinya: “Watsilah bin Al Asqa’ radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Lembaran-lembaran Nabi Ibrahim diturunkan pada malam pertama dari Ramadhan, Taurat diturunkan enam hari lewat dari Ramadhan, Injil diturunkan pada tiga belas hari lewat dari bulan Ramadhan, Zabur diturunkan pada 18 hari lewat dari bulan Ramadhan dan Al Quran diturunkan pada 24 hari lewat dari bulan Ramadhan”. HR. Ath Thabrani dan dihasankan di dalam kitab Silsilat Al Ahadits Ash Shahihah, no. 1575.

Oleh sebab inilah, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan para shahabatnya radhiyallahu ‘anhum dan diikuti oleh para tabi’ie serta ulama-ulama setelah mereka rahimahumullah, senantiasa memperbanyak kwantitas bacaan Al Quran mereka.

عنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رضى الله عنهما قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدَ النَّاسِ ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ ، وَكَانَ يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ ، فَلَرَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ .

Artinya: “Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallamadalah manusia yang paling dermawan dan senantiasa lebih dermawan ketika berada di dalam bulan Ramadhan ketika ditemui oleh Jibril, dan Jibril senantiasa menemui beliau di setiap malam dari Bulan Ramadhan, mempelajari bersama beliau Al Quran, maka sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lebih dermawan dengan kebaikan dari angin yang mengalir”. HR. Bukhari dan Muslim.

Ibnu Al Atsir berkata: “Maksudnya adalah Jibril mengajarkan seluruh apa yang telah diturunkan dari Al Quran”. Lihat Al Jami’ fi Gharib Al Hadits.

Adz Dzahabi rahimahullah berkata di dalam kitab Siyar A’lam An Nubala’:

عن إبراهيم النخعي رحمه الله قال : كان الأسود رحمه الله يختم القرآن في رمضان في كل ليلتين

Artinya: “Ibrahim An Nakha’i berkata: “Senantiasa Al Aswad mengkhatamkan Al Quran di bulan Ramadhan pada setiap dua malam”.

وكان قتادة رحمه الله يختم القرآن في سبع ، فإذا جاء رمضان ختم في كل ثلاث ، فإذا جاء العشر ختم في كل ليلة .

Artinya: “Qatadah rahimahullah mengkhatamkan Al Quran di setiap tujuh hari, jika datang bulan ramadhan beliau mengkhatamkan di setiap tiga hari dan jika pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan beliau mengkhatamkannya di setiap malam”.

وقال الربيع بن سليمان رحمه الله : كان الشافعي رحمه الله يختم القرآن في رمضان ستين ختمة .

Artinya: “Ar Rabi’ bin Sulaiman rahimahullah berkata: “Asy Syafi’ie rahimahullah mengkhatamakan Al Quran di bulan Ramadhan 60 kali”.

وقال القاسم ابن الحافظ ابن عساكر رحمه الله : كان أبي رحمه الله مواظباً على صلاة الجماعة وتلاوة القرآن ، يختم كل جمعة ، ويختم في رمضان كل يوم

Artinya: “Al Qasim bin Al Hafizh bin ‘Asakir rahimahullah berkata: “Bapakku (Ibnu ‘Asakir) rahimahullah selalu menjaga shalat berjama’ah dan membaca Al Quran, beliau mengkhatamkan setiap hari Jum’at dan mengkhatamkan di dalam bulan Ramadhan setiap hari”.

Dan disebutkan di dalam kitab At Tibyan Fi Adab Hamalat Al Quran, karya An Nawawi:

وعن مجاهد رحمه الله أنه كان يختم القرآن في رمضان في كل ليلة .

Artinya: “Bahwa Mujahid rahimahullah senantiasa mengkhatamkan Al Quran di bulan Ramadhan pada setiap malam”. Dan An Nawawi berkata: “Sanadnya shahih”.

Dan disebutkan di dalam kitab Tahdzib Al Kamal:

وعن مجاهد رحمه الله قال : كان علي الأزدي رحمه الله يختم القرآن في رمضان كل ليلة .

Artinya: “Mujahid rahimahullah berkata: “Al Azdi rahimahullah senantiasa mengkhatamkan Al Quran di dalam bulan Ramadhan pada setiap malam”.

يقول الإمام الزهري رحمه الله: “إذا دخَل رمضان إنّما هو شهر تلاوةِ القرآن وإطعامِ الطعام”.

Artinya: “Az Zuhry rahimahullah berkata: “Jika seseorang masuk ke dalam Ramadhan, maka sesungguhnya dia adalah bulan membaca Al Quran dan memberi makan kepada fakir miskin”. Lihat kitab At Tamhid karya Ibnu Abdil Barr.

Berkata An Nawawi mengomentari tentang berapa semestinya mengkhatamkan Al Quran:

” والاختيار أن ذلك يختلف باختلاف الأشخاص ، فمن كان يظهر له بدقيق الفكر ، لطائف ومعارف ، فليقتصر على قدر يحصل له كمال فهم ما يقرؤه ، وكذا من كان مشغولا بنشر العلم ، أو غيره من مهمات الدين ، ومصالح المسلمين العامة ، فليقتصر على قدر لا يحصل بسببه إخلال بما هو مرصد له . وإن لم يكن من هؤلاء المذكورين فليستكثر ما أمكنه من غير خروج إلى حد الملل والهذرمة ” انتهى .

Artinya: “Yang menjadi pendapat pilihan adalah bahwa hal tersebut berbeda-beda pada setiap orangnya, siapa yang terlihat padanya ketelitian berfikir, renungan, penemuan, maka hendaknya dia mencukupkan bacaan sebanyak tercapai baginya kesempurnaan pemahaman apa yang dia baca, demikian pula yang sibuk dengan penyebaran ilmu atau hal lain dari kepentingan-kepentingan agama dan kaum muslim secara umum, maka hendaknya dia mencukupkan bacaan sebanyak yang tidak terjadi dengan sebabnya keterbengkalaian dengan apa yang menjadi tugas utamanya, adapun jika bukan dari mereka yang disebutkan, maka hendaklah dia memperbanyak bacaan sesuai dengan kesanggupannya, tanpa keluar kepada batas kebosanan dan terlalu cepat dalam membaca Al Quran”. Lihat kitab At Tibyan fi Adab Hamalat Al Quran, karya An Nawawi.

Tulisan ini semoga menjadi penyemangat kembali untuk memperbanyak Al Quran di dalam bulan yang diperintahkan untuk memperbanyak Al Quran.

Sumber : http://www.dakwahsunnah.com

Apa arti ” Ramadhan “?

arti bulan ramadhan

Apa  arti ” Ramadhan “?   Apa arti ” Ramadhan “? Mengapa bulan suci umat Islam , Ramadhan , disebut demikian?

Jawaban:

Ramadan adalah ” Penghulu Bulan “

” Ramadhan adalah ( bulan) diturunkannya  Al Qur’an , sebagai panduan untuk umat manusia , juga tanda yang jelas  untuk bimbingan dan penilaian ( Antara benar dan salah ) . Selanjutnya ,jika  salah seorang dari kamu mencapai bulan itu,maka ia harus berpuasa . ” ( Al Baqarah 185 )

Ramadhan, bulan ke-9  dalam kalender  Islam , adalah bulan yang paling penting dan suci bagi umat Islam . Ayat-ayat pertama Al-Qur’an diturunkan pada bulan ini . Allah (swt ) ingin Muslim untuk menunaikan puasa pada bulan ini dan seperti yang dinyatakan dalam hadits ,Allah (SWT) memberikan lebih banyak pahala untuk ibadah dan rahmat di bulan ini . Para fuqoha  mengatakan bahwa Ramadhan  adalah sebuah bulan yang berlimpah dan mulia yang dapat membuat seorang Muslim , yang menghargai dan menghabiskan waktu dengan ibadah , memperoleh pahala sebanyak pahala ibadah 80 tahun .

Ramadhan berarti ” membakar “

Ramadhan, nama bulan ke-9 dalam kalender Islam , adalah kata Arab yang berasal dari kata dasar ” Ramda ” . ” Ramad ” semakin panas karena panas yang terus menerus dan tanah yang menjadi semakin panas sedemikian rupa disebut ” Ramda ” . Jadi Ramadhan artinya ” membakar ” , ” untuk membakar karena berjalan  telanjang kaki  di tanah yang hangus ” .

Alasan mengapa bulan suci ini disebut ” Ramadhan ” adalah karena ia membakar dosa . Pada bulan Ramadhan , seorang muslim yang berpuasa menahan panas karena kelaparan dan haus dan panasnya puasa membakar  dosa- dos. ( Elmalılı Hamdi Yazir )

Ramadhan berarti ” hujan “

Ramadhan berasal dari kata dasar ” Ramadiyu ” yang berarti ” hujan ” yang terlihat pada akhir musim panas , pada awal musim gugur dan membersihkan bumi dari debu . Seperti hujan  yang mencuci permukaan bumi , bulan Ramadhan mensucikan orang beriman dari dosa dan membersihkan hati mereka . ( Elmalılı Hamdi Yazir )

Diceritakan bahwa Ramadhan adalah salah satu dari ” Asma (Nama) Allah Yang Indah “

Anas Bin Malik meriwayatkan dari  Nabi Muhammad (saw)  Yang tercinta bahwa ” Jangan panggil ( bulan suci ) hanya” Ramadhan ” . Seperti Allah (swt ) menyebut ” syahr -i Ramadhan ” ( bulan Ramadhan ) , kamu juga menyebut demikian. (HR Bukhari )

Sumber : http://www.hakikatislam.com

Anjuran Bergembira dengan Datangnya Ramadhan

anjuran bergembira dengan datangnya bulan ramadhan

Apakah ada anjuran untuk bergembira ketika datang ramadhan? adakah hadis yang menunjukkan keutamaan bergembira ketika datang ramadhan?

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Terdapat satu hadis yang sangat terkenal dan banyak dikutip para khatib ketika kultum awal-awal ramadhan. Hadis itu menyatakan,

مَنْ فَرِحَ بِدُخُولِ رَمَضَانَ حَرَّمَ اللهُ جَسَدَهُ عَلىَ النِّيْرَانِ

”Siapa bergembira dengan masuknya bulan Ramadhan, Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka.”

Banyak penceramah begitu antusias menyampaikan hadis ini, tanpa tahu dari mana sebenarnya teks ini berasal. Anda bisa perhatikan, hampir tidak ada penceramah yang menyampaikan sumber dan rujukan seusai mengutip hadis ini. Karena memang hadis ini tidak dijumpai di kitab-kitab hadis.

Prof. KH. Ali Musthafa Ya’qub MA, dalam bukunya, Hadits-hadits Bermasalah di Bulan Ramadhan, menuliskan bahwa hadis dengan teks seperti di atas itu terdapat dalam kitab Durrotun Nashihin, karya Utsman bin Hasan al-Khubawi.

Kitab ini tergolong kitab favorit para kiyai, guru ngaji, para ustadz, terutama mereka yang kurang peduli dengan keotentikan hadis. Karena dalam kitab ini, terdapat sangat banyak hadis yang bombastis. Cerita masalah ghaib yang mendetail, amal-amal kecil, sederhana, namun dihargai dengan balasan yang sangat besar, dan berlipat ganda.

Hanya saja, para ahli hadis menilai kitab ini sebagai kitab bermasalah. Pasalnya, kitab ini selain dipenuhi dengan hadis dhaif dan palsu (maudhu’), kitab ini juga dipenuhi hadis yang statusnya laa ashla lahu (tidak ada sumbernya). Derajat hadis laa ashla lahu jauh lebih parah dari pada hadis palsu. Karena hadis dengan status semacam ini, tidak memiliki sanad dan sama sekali tidak ada sumber kitab hadis yang mencantumkannya.

Berbeda dengan hadis palsu, hadis ini masih memiliki sanad. Hanya saja, dalam sanadnya terdapat perawi pendusta, sehingga status hadisnya palsu.

Ringkasnya, hadis ini tidak perlu dihiraukan, karena sama sekali bukan hadis.

Ceramah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أتاكم رمضان شهر مبارك. فرض الله عز وجل عليكم صيامه، تفتح فيه أبواب السماء، وتغلق فيه أبواب الجحيم، وتغلّ فيه مردة الشياطين، لله فيه ليلة خير من ألف شهر، من حرم خيرها فقد حرم

Telah datang kepada kalian ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah wajibkan kepada kalian puasa di bulan ini. Di bulan ini, akan dibukakan pintu-pintu langit, dan ditutup pintu-pintu neraka, serta setan-setan nakal akan dibelenggu. Demi Allah, di bulan ini terdapat satu malam yang lebih baik dari pada 1000 bulan. Siapa yang terhalangi untuk mendulang banyak pahala di malam itu, berarti dia terhalangi mendapatkan kebaikan. (HR. Ahmad, Nasai 2106, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Syaikh Abdullah al-Fauzan mengatakan,

في هذا الحديث بشارة لعباد الله الصالحين بقدوم شهر رمضان المبارك، لأن النبي صلى الله عليه وسلم أخبر الصحابة – رضي الله عنهم – بقدومه، وليس هذا إخباراً مجرداً بل معناه بشارتهم بموسم عظيم، يقدره حقّ قدره الصالحون المشمرون، لأنه بين فيه ما هيأ الله لعباده من أسباب المغفرة والرضوان وهي أسباب كثيرة، فمن فاتته المغفرة في رمضان فهو محروم غاية الحرمان.

Dalam hadis ini terdapat kabar gembira bagi para hamba Allah yang sholeh dengan datangnya bulan ramadhan yang diberkahi. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan kepada para sahabat akan kedatangan ramadhan. Dan ini bukan hanya berita semata, namun maknanya adalah kabar gembira bagi mereka dengan adanya masa yang agung, yang selayaknya dimuliakan oleh orang-orang shaleh yang menyisingkan lengan untuk beramal. Karena beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa di bulan ramadhan, Allah telah siapkan banyak kebaikan bagi para hamba-Nya, berupa sebab untuk menggapai ampunan dan ridha-Nya. Sebab ini banyak sekali. Karena itu, siapa yang tidak mendapatkan ampunan di bulan ramadhan, berarti dia telah diharamkan untuk mendapatkan banyak kebaikan. (Ahadits Shiyam, Ahkam wa Adab, keterengan hadis ketiga).

Hanya saja, sebagai catatan, dalam khutbah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau tidak menyampaikan adanya fadhilah tertentu bagi orang yang bergembira menyambut kedatangan ramadhan. Menambahkan adanya fadhilah tertentu tanpa dalil, tentu termasuk berdusta atas nama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan kita berlindung dari hal ini.

Allahu a’lam.

Sumber https://konsultasisyariah.com

Semangat Sholat Tarawih di Bulan Ramadhan [Video]

Semangat Sholat Tarawih

Ketika memasuki bulan ramadhan, Setiap tahun kaum muslimin menyambutnya dengan suka cita. Sukacita kaum muslimin dalam menyambut bulan ramadhan dapat dilihat dari bagaimana semangatnya mereka melaksanakan berbagai ibadah Salah satunya adalah Qiyamul Lail atau Sholat Tarawih. Di awal bulan ramadhan, dapat kita lihat betapa semangat nya kaum muslimin dari berbagai kalangan untuk melaksanakan Sholat tarawih secara berjama’ah, hal ini terlihat dengan membeludaknya jama’at dimasjid diberbagai tempat bahkan ada yang sampai ke teras-teras masjid. Hal ini patut kita berikan apresiasi yang baik, artinya Kaum muslimin di Indonesia menyambut bulan ramadhan dengan semangat beribadah yang lebih dari bulan-bulan selainnya. Akan tetapi, sangat disayangkan kondisi ini tidak sanggup bertahan lama, kebanyakan hanya bertahan 1 minggu atau mungkin hanya 3 hari saja, lalu kemanakah semangat itu pergi?

Simak Video berikut, semoga kita tetap semangat untuk sholat tarawih sampai akhir Ramadhan. Aamiin. Selamat menyimak.

Ceramah Sholat Tarawih

Apa Benar Pada Bulan Ramadhan Setan dibelenggu?

Ilustrasi setan yang dibelenggu di bulan ramadhan

Hadits Nabi Sholallohu’alaihi wa sallam tentang dibelenggunya syetan-syetan dibulan ramadhan:

Dari Abu Hurairah Radhiallohu’anhu bahwasanya Rasululloh Sholallohu’alaihi wa sallam bersabda: “Apabila bulan Ramadhan datang, maka dibukalah pintu surga, dikuncilah pintu-pintu neraka dan dibelenggulah syaitan-syetan.” (Muttafaq ‘alaih)

Pengesahan Hadits

Hadits ini diriwayatkan oleh al-Bukhari (IV/112 – Fathul Bari) dan Muslim (1079)

Benarkah Setan dibelenggu di bulan Raamadhan? berikut penjelasan hadits di atas:

Kandungan Hadits

  1. Di bulan ramadhan pintu-pintu Surga dibuka. Di dalam suatu riwayat disebutkan pintu-pintu rahmat, sementara dalam riwayat lain disebut pintu-pintu langit. Semua riwayat ini tidak mengandung pertentangan antara yang satu dengan yang lainnya. Maka, yang dimaksudkan dengan pintu-pintu langit dibuka ialah agar amal sholeh dan kalimat-kalimat thayyibah (La Ilaaha illalloh) yang melimpah itu naik, sedangkan yang dimaksud dengan pintu-pintu rahmat ialah agar rahmat itu turun kepada umat sehingga dengan rahmat itulah mereka masuk surga. Sebab, hamba Alloh dapat masuk surga hanya dengan rahmat Alloh, bukan dengan amal mereka. Dengan amal mereka hanya mempunyai hak waris untuk mendapatkan Surga.
  2. Pada bulan Ramadhan pintu-pintu Jahannam dikunci karena pada waktu itu kejelekan dan kemaksiatan sedikit. Sebab, para hamba dengan tekun bertaubat dan merindukan surga.
  3. Pada bulan Ramadhan di muka bumi ini sedikit sekali kejelekan. Sebab, syaitan-syaitan dibelenggu, juga jin-jin durhaka dirantai dan diikat. Maka dari itu, mereka tidak dapat bebas membuat kerusakan di tengah-tengah umat manusia, sebagaimana mereka lepas begitu saja pada bulan selain bulan Ramadhan. Hal ini karena umat Islam sibuk dengan ibadah puasa, qiyamul lail, dan membaca Al-Qur’an. Selain itu, syahwat mereka dikekang dan jiwa mereka ditempa sehingga menjadi bersih.
  4. Pintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu Neraka dikunci, dan jin-jin durhaka dibelenggu. Semua itu dimulai sejak malam pertama bulan Ramadhan, sebagaimana diterangkan dalam Sabda nabi Sholallohu’alaihi wa sallam.

“Jika telah tiba malam pertama bulan Ramadhan, maka Syaitan-syaitan dan jin-jin durhaka dibelenggu; dikuncilah pintu-pintu Neraka, tidak ada satu pintupun yang dibuka; dibuka pintu-pintu surga, tidak ada satu pintu pun yang dikunci. Kemudian, ada yang berseru; ‘Wahai pemburu kebaikan, kemarilah! Wahai pemburu kejahatan, berhentilah!’ Alloh pun membebaskan banyak orang dari neraka. itu terjadi setiap malam.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah). Hadits ini hasan

Tulisan ini dikutip dari buku terjemah Syarah kitab Riyadhusholihin karya Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali

Konfirmasi Via Whatsapp

Pertanyaan terkait Donasi, Silahkan gunakan chat Whatsapp ini..!

Team Support

Info & Konfirmasi

Online

Info & KonfirmasiJangan sungkan untuk bertanya.

Assalamu'alaikum, ada yang bisa saya bantu? 00.00